"Sejahtera Bersama Padi Organik Mojokerto"


"Sejahtera Bersama Padi Rakyat Majapahit"    



Membangung Pertanian Organik Demi Masa Depan Yang Cerah

    Padi merupakan salah satu tanaman pangan utama di Indonesia. Dari tanaman padi dihasilkan beras, yang merupakan bahan makanan pokok dan dikonsumsi oleh hampir seluruh rakyat Indonesia. Kebutuhan beras di Indonesia cukup tinggi karena jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah hampir 270 juta.  Kondisi seperti ini membuat komoditi beras mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kestabilan perekonomian nasional. Berikut merupakan tabel konsumsi beras Indonesia Tahun 2015-2017-2019 per ton

Tabel 1.2 Konsumsi Beras Tahun 2015-2017-2019 per ton

Sumber : Badan Pusat Statistik Tahun 2019

    Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa jumlah konsumsi beras terbesar adalah dari sektor rumah tangga. Sampai saat ini konsumsi beras masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Hal ini adalah suatu kondisi yang wajar bahwa makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi, dan sebagian besar dikonsumsi dari rumah. Terlihat bahwa konsumsi beras pada rumah tangga di tahun 2019 adalah 20.685.619 ton, sekitar 77,5 kg per kapita per tahun 

        Kementerian Pertanian mencatat, di tahun 2019 setidaknya Indonesia telah mengekspor 252 ton beras organik ke berbagai negara seperti Jepang, Hongkong, Jerman, AS, Perancis, Malaysia, dan Singapura. Peningkatan produksi beras organik yang dilaporkan di berbagai media telah membuktikan bahwa kualitas beras organik di Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan kualitas beras organik dari negara lain, mengingat tingginya nilai ekspor beras organik yang juga selalu meningkat dari tahun ke tahun. Potensi pemasaran beras organik memberikan harapan baru bagi para petani untuk memperoleh peningkatan taraf hidup karena hasil panen yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Terlepas dari tingginya nilai ekspor beras organik untuk konsumsi mancanegara, Pasar domestik untuk beras organik semestinya jauh lebih potensial untuk diraih ketimbang pasar ekspor karena kedekatan jarak distribusi mampu meminimalkan berbagai risiko seperti kerusakan/kehilangan akibat proses pengiriman, penurunan kualitas akibat penyimpanan, hingga kelengkapan administrasi penjualan yang lebih sederhana. 

      


      Beras organik merupakan wujud perlindungan konsumen dari segala zat sisa pestisida maupun pupuk anorganik serta upaya perlindungan ekosistem dari bahan kimia dan menjaga kestabilannya serta peningkatan kesejahteraan para petani. Mojokerto sebagai salah satu kabupaten memproduksi beras sebanyak 171.518 ton di tahun 2021 sedangkan konsumsi beras sebanyak 122.994 ton sehingga terjadi surplus beras yang memiliki peluang untuk pasar domestik dan ekspor lebih luas . Potensi pengembangan pertanian organik dalam hal komoditas padi sangat tinggi untuk meningkatkan perekonomian petani serta memperluas jaringan pasar oleh karena itu diharapkan dengan adanya pembuatan logo beras mampu menjadi solusi bagi petani untuk mengembangkan usahanya. Selain pembuatan logo, disini juga terdapat link bagaimana pengembangan padi organik melalui metode SRI (System Rice Intensification) yang diharapkan mampu membantu petani atau pembaca untuk memahami budidaya padi organik melalui metode tersebut.


"Farming Is Profession of Hope"

   Brian Brett, 2009

 

Metode SRI (System Rice Intensification) :

https://youtu.be/OzR6HF0IIKc


Terkait logo Beras Organik bisa anda cek link Instagram di bawah ini
https://www.instagram.com/p/CduOrXzBjPp/?utm_source=ig_web_copy_link

Komentar